Popular posts

Makalah Budaya Demokrasi

Minggu, 10 Maret 2013
Posted by Abd. Syawal A. Dali




Makalah Budaya Demokrasi




KATA PENGANTAR


Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “Budaya Demokrasi Menuju Masyarakat Madani”.

Makalah ini berisikan tentang informasi Pengertian demokrasi dalam kalangan masyarakat madani  atau yang lebih khususnya membahas tentang pengertian demokrasi, pemikiran tentang demokrasi, ciri-ciri demokrasi, prinsip-prinsip demokrasi, dan ciri-ciri masyarakat madani serta jalan menuju masyarakat madani dalam sistem pemerintahan demokrasi.
Di harapkan makalah ini dapat memberikan kita informasi lebih jelas tentang budaya demokrasi menuju masyarakat madani
.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
Banggai, 23 November 2012




















BUDAYA DEMOKRASI
MENUJU MASYARAKAT MADANI

A.PENGERTIAN DAN PRINSIP-PRINSIP DEMOKRASI

1.Pengertian Demokrasi
Secara etimologis demokrasi barasal dari bahasa yunani”demokratia”yang terdiri dari dua kata,yaitu demos=rakyat dan kratos/kratein= kekuatan/pemerintah.
Secara harifah demokrasi berarti kekuatan rakyat atau suatu bentuk pemerintah negara dengan rakyat sebagai pemegang kedaulatannya.Dalam konteks budaya demokrasi,nilai-nilai dan norma-normamenjadi anutan dapat di terpkan dalam praktik kehidupan demokratis yang tidak hanya dalam pengertian politik saja,tetapi juga dalam berbagai bidang kehidupan.
Pandangan-pandangan tentang pengertian demokrasi yang terdapat para ahli namun,pada dasarnya mempunyai persamaan prinsip yaitu
A.Abraham Linclon(presiden amerika ke-16)
Demokrasi adalah pemerintah dari rakyat,oleh rakyat,dan untuk rakyat.
B.Giovani Sartori
Memandang demokrasi sebagai suatu sistem di mana tak seorang pun dapat memilih dirinya sendiri,tak seorang pun dapat mengidentifikasikan dia dengan kekuasaannya,kemudian tidak dapat juga untuk merebut dari kekuasaan lain  dengan cara- cara tak terbatas dan tanp syarat
C.Ensiklopedi Populer Politik  Pembangunan Pancasila
Demokrasi adalah suatu pola pemerintahan dalam mana kekuasaan untuk memerintah berasal dari mereka yang di perintah.
Dalam sistem demokrasi posisi rakyat sederajat di hadapan hukum dan pemerintah.Rakyat memiliki kedaulatan yang sama,baik itu kesempatan untuk memilih ataupun dipilih.Oleh karena itu,ciri utama sistem demokrasi adalah:
A.Tegaknya hukum di masyarakat(law enforcement)
B.Diakuinya hak-hak asasi manusia(HAM)oleh setiap anggota masyarakat.
2.Pemikiraan Tentang Demokrasi
Paham demokrasi yang memberi penekanan pada pemerintah rakyat mengandung arti bahwa kekuasaan tertinggi di pegang oleh rakyat.Dengan deemikian,perlu kita pahami bahwa istilah demokrasi bertolak dari suatu pola pikir bahwa:
A.Manusia diperlukan dan ditempatkan sessuaai dengan harkat dan martabatnya sebagai mahluk tuhan.
B.Salah satu hak asasi manusia adalah kebebasan untuk mengejarkebenaaran,keadilan,dan kebagiaan.
C.Sesuatu yang di putuskan bersama akan memiliki kadar ketepatan yang lebih menjamin.
D.Di dalam kehiddupan masyarakat pasti akan timbul selisih paham dan kepentingan antarindividu,sehinggah perlu suatu cara untuk mengatur bagaimana mengatasinya.

Tujuan demokrasi adalah untuk memanusiakan dan memasyarakatan manusia secara fungsional,penuh rasa kebersamaan dan tanggung jawab.
3.Ciri-Ciri Demokrasi
Negara dengan sistem politik demokrasi umunya di tandai oleh ciri-ciri sebagai berikut:
A.Adanya pembatasan terhadap tindakan pemerintah untuk memberikan perlindungan bagi individu dan kelompok, dalam penyelenggaraan pergantian pimpinan secara berkala,tertib,damai,dan melalui alat  perwakilan rakyat yang efektif.
B.Prasarana pendapat umum baik pers,televise,dan radio harus diberi kesempatan untuk mencari berita secara bebas dalam merumuskan pendapat mereka.
C.Sikap menghargai hak-hak minoritas dan perorangan,lebih mengutamakan musyawarah daripada paksaan dalam menyelesaikan perselisihan ,sikap menerima legitimasi dari system pemerintahan.
4.Prinsip prinsip Demokrasi
Mewujudkan sistem politikyang demokratis di dalam suatu negara bukanlah sesuatu yang mudah.untuk memperoleh publik dengan baik,setiap bangsa dalam satu kesatuan sistem politik negara harus menata pemerintah yang berpijak pada sejarah dan kebudayaan sendiri dengan berpedoman pada prinsip – prinsip dasar demokrasi yang di akui secara universal.
Prinsip dasar demokrasi secara universal memberi ketegasan bahwa yang di sebut pemerintahan yang demokratis adalah pemerintahan yang mnempatkan kewenangan tertinggi berada di tangan rakyat,kekusaan harus di batasi,dan hak-hak individu harus di lindungi.Namun demikian, dalam praktiknya di banyak negara masih banyak kelemahan dan ketidaksesuaian dengan prinsip- prinsip demokrasi.Penerapan prinsip-prinsip demokrasi di masing-masing negara bersifat kondisional,artinya harus di sesuaikan dengan situasi negara dan kondisi masyarakat yang bersangkutan.
5.Demokrasi
Kondisi di sebuah negara demokrasi tentu saja banyak di cita-citakan oleh masyarakat yang menginginkan kedamaian dan kesejahteraan hidup. Tetapi menuju hal tersebut bukanlah sesuatu yang mudah. Proses menuju kondisi-kondisi demokrasi yang disebut “Demokratisasi”. Demokratisasi dapat menjadi jalan untuk keluar dari otoritarianisme, karena proses ini akan mengembalikan hak-hak rakyat untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik, ekonomi, sosial budaya, dan sebagainya.
Demokratisasi merupakan proses pendemokrasian segenap rakyat untuk turut dalam pemerintahan melalui wakil-wakilnya. Demokrasi biasanya di awali dengan adanya liberalisasi (meluasnya kebebasan) yang selanjutnya berkembang dengan longgarnya media masa, akses masyarakat gterhadap politik dan adanya penghargaan terhadap keberagamaan (pluralisme).



B. Ciri-Ciri Masyarkat Madani
1. Konsep Masyarakat Madani (Civil Society)
Istilah untuk masyaraka madani merupakan padanan dari istilah Civil Society, sehingga eksplorasi ini relevan dengan substansi dengan istilah terakhir. Hal yang di kemukakan di sini bukanlah konsep masyarakat madani yang di sorot secara etimologis, melainkan berdasarkan substansi dan indikator-indikatornya, sehingga konteks pembentukannya dari sisi politik dan mudah diidentifikasi.
Sementara itu,konsep masyarakat madani yang di abstrasikan para ahli memiliki indikator sebagai identitas karakter yang dimiliki untuk bisa mengidentifikasi ada tidaknya perkembangan masyarakat madani.
Pertama:Sifat partisipatif,yaitu masyarakat madani tidak akan menyerahkan seluruh nasibnya pada negara,tetapi mereka menyadari bahwa yang akan dominan menentukan masa depan mereka haruslah berasal dari diri sendiri.
Kedua:otonom, yaitu selain sebagai masyarakat partisipatif, masyarakat madani juga memiliki karakter mandiri,yaitu dalam mengembangkan dirinya tidak tergantung dan menunggu “Bantuan”Negara.
Ketiga:Tidak bebas nilai,yaitu seluruh komponen masyarakat madani memiliki keterkaitan terhadap nilai-nilai yang merupakan kesepakatan hasil musyawarah demokratis(bukan sekedar sensus).
Ke empat:Merupakan bagian dari system dengan struktur non-dominatif(plural),yaitu meskipun eksistensinya yang partisipasif dan otonom terhadap kekuatan Negara ,namun masyarakat madani adalah bagian dari komponen-komponen Negara.
Kelima:Termanifestasi dalam organisasi,yaitu prinsip-prinsip organisasi di pegang oleh masyarakat madani sebagai perwujudan identitasnya secara material.
       Disamping itu, mereka juga tertata dalam organisasi modern yang mengembangkan nilai-nilainya sendiri secara konsisten.



2. Karakteristik Masyarakat Madani
Penyebutan karakteristik masyarakat madani dimaksudkan untuk menjelaskan bahwa dalam merealisasikan wacana masyarakat madani diperlukan prasyarat-prasyarat yang menjadi nilai universal dalam penegakan masyarakat madani. Prasyarat ini tidak bisa dipisahkan satu sama lain atau hanya mengambil salah satunya saja, melainkan merupakan satu kesatuan yang integral yang menjadi dasar dan nilai bagi eksistensi masyarakat madani. Karakteristik tersebut antara lain adalah adanya free public sphere, demokrasi, toleransi, pluralisme, keadilan sosial (social justice) dan berkeadaban.
Free Public Sphere yaitu adanya ruang publik yang bebas sebagai sarana dalam mengemukakan pendapat.
Demokrasi merupakan satu identitas yang menjadi penegak wacana masyarakat madani, di mana dalam menjalani kehidupan, warga negara memiliki kebebasan penuh untuk menjalankan aktivitas kesehariannya, termasuk berinteraksi dengan lingkungannya.
Toleran adalah sikap yang di kembangkan dalam masyarakat madani untuk menunjukan sikap saling menghargai dan menghormati aktivitas yang dilakukan oleh orang lain.
Pluralisme sebagai sebuuah prasyarat penegakan masyrakat madani, pluralisme harus dipahami secara mengakar dengan menciptakan sebuah tatanan kehidupan yang menghargai dan menerima kemajemukan dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Keadilan Sosial (Social Justice) keadilan dimaksudkan untuk menyebutkan keseimbangan dan pembagian yang proposional terhadap hak dan kewajiban setiap warga negara yang mencakup seluruh aspek kehidupan.

3. Menuju Masyarakat Madani
Masyarkat madani merupakan wujud masyarakat yang memiliki keteraturan hidup dalam suasana perikehidupan yang mandiri,berkeadilan sosial,dan sejahtera.Masyarakat madani mencerminkan tingkat kemampuan dan kemajuan masyarakat yang tinggi untuk bersifat kritis  dan partisipatif dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.
Diuar negara,terdapat sekelompok masyarakat yang di sebut sebagai ‘civil society”yang biasanya terbentuk dari lembaga negara dan lembaga lainnya yang berorientasi kekuasaan.
Bentuk nyata masyarakat madani secara sederhana dapat kita lihat dengan berkembangnya budaya gotong royong di berbagai daerah di indonesia. Budaya gotong royong mampu mendorong anggota masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan bersama secara partisipatif.
Masing-masing masyarak indonesia dengan keberagamaan etnik,bahasa,agama,dan adat istiadat telah memiliki mekanisme dan pengaturan sosial yang berbeda-beda .Namun,demikian seluruh aktivitas tersebut di lakukan secara mandiri dan mendorong partisipasi dalam kebersamaan. 















Kata Penutup

Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.

Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman dusi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.

Makalah Struktur Sosial Dalam Masyarakat

Senin, 04 Maret 2013
Posted by Abd. Syawal A. Dali


Makalah Struktur Sosial Dalam Masyarakat



KATA PENGANTAR

     Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan yang maha Esa karena atas pimpinan-Nya lah kita masih  diberikan izin untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab kita bersama. Dan kami dapat menyelesaikan makalah kami sebagai referensi pembelajaran. Makalah kami ini yang berjudul “ Struktur Sosial “ bertujuan untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan baik yang ada di lingkungan sosial maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
     Sebagai penulis, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar pembuatan makalah kami yang kedepannya dapat lebih baik.

                                                    





             Banggai, 01 Desember 2012
                                                                            
                                                                            


                                                                                     Penyusun








BAB 1.  PENDAHULUAN

A.   LATAR BELAKANG

        Kehidupan bersama manusia berlansung dalam suatu wadah yang dinamakan masyarakat. Masyarakat ditinjau dari dua sudut, yaitu sudut statis dan sudut dinamikanya. Sudut statis atau sudut struktural dinamakan dengan struktur sosial, sedangkan sudut dinamika suatu masyakat disebut proses sosial dan perubahan sosial. Struktur sosial mencakup berbagai hubungan sosial antara individu dan kelompok.

B.    RUMUSAN MASALAH
        ( Mugkin akan muncul pertanyaan mengenai struktur sosial )

C.    TUJUAN PEMBUATAN MAKALAH
        Agar kita semua terutama pembaca dapat menjadikan sebagai ajaran pengetahuan dan pembelajaran bagi kita semua tentang struktur sosial dalam kehidupan masyarakat.


BAB 2 .  PEMBAHASAN


A.   PENGERTIAN STRUKTUR SOSIAL

        Struktur sosial diartikan sebagai susunan terhadap sesuatu yang memiliki bagian atau unsur-unsur dan membentuk suatu susunan. Berdasarkan Kamus Sosiologi dan Kependudukan ( HARTINI G. KARTA SAPOETRO, 1992 ) struktur sosial ialah jaringan antar unsur-unsur sosial yang pokok, yaitu kaidah-kaidah atau norma-norma sosial, lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok, serta lapisan-lapisan sosial. Sedangkan menurut SOERJONO SOEKARTO ( 1993 ), struktur sosial mengacu pada hubungan yang fundamental yang memberikan bentuk dasar pada masyarakat, memberikan batas pada aksi-aksi yang mungkin dilakukan secara organisasi.




B.    FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK KETIDAKSAMAAN SOSIAL

        Ketidaksamaan dalam sosiologi disebut ketidaksamaan sosial, yang dalam perkembangannya dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut :
1)    Kepribadian
        Kepribadian yaitu nilai-nilai atau watak sesorang individu yang konsisten yang memberikan kepadanya identitas sebagai individu yang khusus. Pada hakikatnya, nilai-nilai kemanusiaan mencakup kebiasaan, sikap, dan sifat-sifat yang khas yang akan berkembang apabila berhubungan dengan orang lain.
2)    Sosiokultur
        Sosiokultur yang dapat mempengaruhi bentuk kepribadian atau nilai-nilai kemanusiaan meliputi kebudayaan yang khusus kedaerahan, cara hidup di kota dan di desa, kelas sosial, dasar agama, dan pekerjaan.

C.    BENTUK-BENTUK STRUKTUR SOSIAL

        Ada 4 macam bentuk struktur sosial yaitu kelompok sosial , lembaga sosial, kebudayaan, dan stratifikasi sosial.
                               I.            Kelompok Sosial
        Pandangan sosiologi memberikan kelompok sosial sebagai berikut :
a)    Sheriff ( 1886 )
        Kelompok sosial adalah suatu kesatuan yang terdiri atas dua atau lebih individu yang telah mengadakan interaksi sosial yang intensif dan teratur, sehingga diantara individu-individu tersebut sudah terdapat pembagian tugas, struktur dan norma-norma tertentu yang khas bagi kesatuan sosial tersebut.
b)    Bogaradus ( 1882-1973 )
        Kelompok sosial adalah suatu kelompok yang merupakan tempat dimana pribadi-pribadi berkembang menjadi dewasa atau sekumpulan manusia yang memiliki kesetiaan umum yang saling berpartisipasi dalam kegiatan bersama yang saling mendorong satu sama lain; kelompok sosial terdiri dari manusia-manusi yang saling membantu.
                             II.            Lembaga Sosial
        Lembaga sosial menurut Horton  dan Hunt ( 1987 ), adalah suatu sistem norma untuk mencapai suatu tujuan atau kegiatan yang oleh masyarakat dianggap penting. Menurut  koentjoroningrat ( 1979 ) yang dimaksud dengan lembaga sosial adalah sistem-sistem yang menjadi

wahana memungkinkan warga masyarakat berinteraksi, menurut pola-pola resmi atau suatu sitem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat pada aktifitas-aktifitas untuk memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat.
        Tiga hal penting yang ada dalam pembahasan lembaga sosial ini, adalah :
a.     Nilai dan norma
b.     Pola perilaku
c.      Sistem hubungan
Tujuan diciptakannya lembaga sosial adalah :
a.     Mengatur agar kehidupan manusia bisa terpenuhi secara memadai.
b.     Mengatur agar kehidupan masyarakat dapat berjalan dengan tertib dan lancar sesuai kaidah yang berlaku.
Menurut Soerjono Soeokanto ( 1970 ), fungsi-fungsi yang harus dilaksanakan oleh lembaga sosial adalah :
a.     Memberikan pedoman bagaimana cara bertingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dalam wujud aturan atau kaidah yang harus digunakan oleh seluruh anggota masyarakat.
b.     Menjaga keutuhan masyarakat dari ancaman perpecahan atau disintegrasi dengan penegakan norma sosial.


c.      Mengadakan pegangan dalam mengadakan sistem pengendalian sosial dengan memberikan sanksi bagi pelanggar norma.

                          III.            Kebudayaan
        Kebudayaan menurut  Raph Linton ( 1953 ), seorang ahli antropologi, adalah seluruh cara dari kehidupan masyarakat dan tidak hanya merupakan sebagian tata cara hidup sja yang dianggap lebih tinggi dan lebih diinginkan.
        Menurut J.J Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga yatu :
a.     Gagasan atau Wujud ideal Kebudayaan
b.     Aktivitas
c.      Artefak



                         IV.            Stratifikasi Sosial
        Dalam sistem masyarakat di India, masyarakat terbagi-bagi menjadi kasta-kasta, mulai dari kasta sudra yang merupakan kasta terendah sampai brahmana yang merupakan kasta paling dihormati.
        Menurut Bruce J. Cohen ( 1989 ), stratifikasi sosial adalah sistem yang menempatkan seseorang sesuai dengan kualitas yang dimiliki dan menempatkan mereka pada  suatu kelas yang sesuai.

D.   UNSUR-UNSUR STRATIFIKASI SOSIAL
        Tokoh masyarakat, merupakan golongan masyarakat yang termasuk dalam kelas atas, karena memiliki akses atau kedudukan yang tinggi di dalam masyarakat. Dalam sosiologi, unsur-unsur sistem pelapisan sosial adalah :
1.     Kedudukan Sosial ( Status )
2.     Peran Sosial ( Role )
3.     Kelompok ( Group )
4.     Institusi ( institution )

·       Proses Terbentuknya Stratifikasi Sosial
        Secara teori, semua manusia berada dalam derajat yang sama. Tuhan telah menciptakan manusia dengan hak-hak dasar yang sama. Namun pada kenyataannya di dalam masyarakat, ada pengelompokan-pengelompokan masyarakat yang membedakan mereka di dalam lapisan-lapisan tertentu, di mana pengelompokan tersebut telah menimbulkan perbedaan-perbedaan perlakuan dan kemampuan individu yang ada didalamnya. Contohnya, orang-orang dengan pendidikan tinggi akan lebih mudah mendapatkan akses kerja dibandingkan dengan orang-orang yang berpendidikan rendah, atau pejabat akan lebih mudah mendapatkan fasilitas kelas satu dibandingkan pejabat biasa dan lain sebagainya.
        Dilihat dari proses terbentuknya, stratifikasi sosial dibagi menjadi dua yaitu sebagai berikut :
1.     Pelapisan sosial yang terjadi dengan sendirinya sesuai dengan pertumbuhan masyarakat yang bersangkutan antara lain kepandaian, tingkat usia, sifat keaslian keanggotaan di dalam masyarakat, jenis kelamin, dan pemilikan harta.
2.     Pelapisan sosial yang sengaja disusun untuk mengejar tujuan tertentu. Biasanya berkaitan dengan pembagian kekuasaan yang resmi misalnya pemerintahan negara, perusahaan, partai politik, angkatan bersenjata, asosiasi, dan perkumpulan profesi.

    Berdasarkan sifatnya, stratifikasi sosial dibagi menjadi dua yaitu sebagai berikut :
1.     Stratifikasi sosial terbuka ( open stratification ), artinya seseorang dapat saja masuk dalam kelas sosial tertentu yang diinginkan atau keluar setelah mencapai kelas sosial yang lebih tinggi.
2.     Stratifikasi sosial tertutup ( closed stratification ), terdapat pembatasan terhadap kemungkinan pindahnya kedudukan seseorang dari suatu lapisan kelapisan kelapisan sosial lainnya.

    Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya stratifikasi sosial, adalah sebagai berikut :
1.     Kekayaan
2.     Kekuasaan ( power )
3.     Kehormatan/kebangsawanan
4.     Pendidikan

E.     DIFERENSIASI SOSIAL
        Di Amerika dan negara-negara barat, ada istilah kaum kulit putih dan kulit hitam. Di Indonesia pun kita kenal dengan dengan istilah pribumi asli atau pribumi keturunan, yang biasanya dipakai untuk menyebut WNI keturunan Cina. Di dalam satu lingkungan yang heterogen, istilah lain yang muncul yaitu orang Islam, orang Kristen, kaum laki-laki, kaum perempuan, golongan intelektual dan lain sebagainya. Dan semuanya mengacu pada pengelompokan berdasarkan ciri-ciri tertentu. Dalam sosiologi, hal ini disebut diferensiasi sosial.
        Diferensiasi sosial adalah proses penempatan orang-orang dalam berbagai kategori sosial yang berbeda, yang berdasarkan pada perbedaan-perbedaan yang diciptakan secara sosial.
        Bentuk-bentuk diferensiasi sosial adalah sebagai berikut :
a.     Ras atau etnik
b.     Agama dan kepercayaan
c.      Gender ( jenis kelamin )
d.     Profesi
e.     Klan ( clan )
f.       Suku bangsa
F.     PENGARUH DIFERENSIASI DAN STRATIFIKASI SOSIAL TERHADAP MASYARAKAT
        Bentuk diferensiasi dan stratifikasi sosial sangat penting bagi individu-individu dalam kelas sosial karena memiliki pengaruh terhadap kesempatan hidup seseorang untuk berhasil atau gagal dalam aspek kehidupan.

        diferensiasi dan stratifikasi sosial dapat mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat seperti yang tercantum dibawah ini, adalah sebagai berikut :
(a)   Kesehatan
(b)   Pendidikan
(c)    Harapan hidup
(d)   Keadilan sosial

BAB 3 .  PENUTUP

A.   KESIMPULAN
        Dari makalah yang kami sajikan kami berharap dapat menambah wawasan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi kita semua dalam kehidupan bermasyarakat terutama kepada teman-teman siswa-siswi kelas XI-IPS3

B.    SARAN
        Dari pembahasan makalah yang kami sajikan di atas, saran kami sebagai penyusun ialah bharus bisa lebih baik dalam menjalani kehidupan masyarakat agar bisa menjadi suatu perkumpulan masyarakat yang baik, dan harus memahami arti dari konflik.