Makalah Budaya Demokrasi
Makalah Budaya Demokrasi
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “Budaya Demokrasi Menuju Masyarakat Madani”.
Makalah ini berisikan tentang informasi Pengertian demokrasi dalam kalangan masyarakat madani atau yang lebih khususnya membahas tentang pengertian demokrasi, pemikiran tentang demokrasi, ciri-ciri demokrasi, prinsip-prinsip demokrasi, dan ciri-ciri masyarakat madani serta jalan menuju masyarakat madani dalam sistem pemerintahan demokrasi.
Di harapkan makalah ini dapat
memberikan kita informasi lebih jelas tentang budaya demokrasi menuju
masyarakat madani
.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
Banggai,
23 November 2012
BUDAYA DEMOKRASI
MENUJU
MASYARAKAT MADANI
A.PENGERTIAN DAN
PRINSIP-PRINSIP DEMOKRASI
1.Pengertian
Demokrasi
Secara
etimologis demokrasi barasal dari bahasa yunani”demokratia”yang terdiri dari dua kata,yaitu demos=rakyat
dan kratos/kratein=
kekuatan/pemerintah.
Secara harifah demokrasi berarti kekuatan
rakyat atau suatu bentuk pemerintah negara dengan rakyat sebagai pemegang kedaulatannya.Dalam
konteks budaya demokrasi,nilai-nilai dan norma-normamenjadi anutan dapat di
terpkan dalam praktik kehidupan demokratis yang tidak hanya dalam pengertian
politik saja,tetapi juga dalam berbagai bidang kehidupan.
Pandangan-pandangan tentang pengertian
demokrasi yang terdapat para ahli namun,pada dasarnya mempunyai persamaan
prinsip yaitu
A.Abraham Linclon(presiden amerika ke-16)
Demokrasi adalah
pemerintah dari rakyat,oleh rakyat,dan untuk rakyat.
B.Giovani Sartori
Memandang demokrasi sebagai suatu sistem di
mana tak seorang pun dapat memilih dirinya sendiri,tak seorang pun dapat
mengidentifikasikan dia dengan kekuasaannya,kemudian tidak dapat juga untuk
merebut dari kekuasaan lain dengan cara-
cara tak terbatas dan tanp syarat
C.Ensiklopedi Populer Politik Pembangunan Pancasila
Demokrasi adalah suatu pola pemerintahan
dalam mana kekuasaan untuk memerintah berasal dari mereka yang di perintah.
Dalam sistem demokrasi posisi rakyat
sederajat di hadapan hukum dan pemerintah.Rakyat memiliki kedaulatan yang
sama,baik itu kesempatan untuk memilih ataupun dipilih.Oleh karena itu,ciri
utama sistem demokrasi adalah:
A.Tegaknya
hukum di masyarakat(law enforcement)
B.Diakuinya
hak-hak asasi manusia(HAM)oleh setiap anggota masyarakat.
2.Pemikiraan
Tentang Demokrasi
Paham demokrasi yang memberi penekanan pada
pemerintah rakyat mengandung arti bahwa kekuasaan tertinggi di pegang oleh
rakyat.Dengan deemikian,perlu kita pahami bahwa istilah demokrasi bertolak dari
suatu pola pikir bahwa:
A.Manusia diperlukan dan
ditempatkan sessuaai dengan harkat dan martabatnya sebagai mahluk tuhan.
B.Salah satu hak asasi manusia
adalah kebebasan untuk mengejarkebenaaran,keadilan,dan kebagiaan.
C.Sesuatu yang di putuskan
bersama akan memiliki kadar ketepatan yang lebih menjamin.
D.Di dalam kehiddupan masyarakat
pasti akan timbul selisih paham dan kepentingan antarindividu,sehinggah perlu
suatu cara untuk mengatur bagaimana mengatasinya.
Tujuan demokrasi adalah untuk memanusiakan
dan memasyarakatan manusia secara fungsional,penuh rasa kebersamaan dan
tanggung jawab.
3.Ciri-Ciri
Demokrasi
Negara dengan sistem politik demokrasi
umunya di tandai oleh ciri-ciri sebagai berikut:
A.Adanya pembatasan terhadap
tindakan pemerintah untuk memberikan perlindungan bagi individu dan kelompok,
dalam penyelenggaraan pergantian pimpinan secara berkala,tertib,damai,dan
melalui alat perwakilan rakyat yang
efektif.
B.Prasarana pendapat umum baik
pers,televise,dan radio harus diberi kesempatan untuk mencari berita secara bebas
dalam merumuskan pendapat mereka.
C.Sikap menghargai hak-hak
minoritas dan perorangan,lebih mengutamakan musyawarah daripada paksaan dalam
menyelesaikan perselisihan ,sikap menerima legitimasi dari system pemerintahan.
4.Prinsip prinsip
Demokrasi
Mewujudkan sistem politikyang demokratis di
dalam suatu negara bukanlah sesuatu yang mudah.untuk memperoleh publik dengan
baik,setiap bangsa dalam satu kesatuan sistem politik negara harus menata
pemerintah yang berpijak pada sejarah dan kebudayaan sendiri dengan berpedoman
pada prinsip – prinsip dasar demokrasi yang di akui secara universal.
Prinsip dasar demokrasi secara universal
memberi ketegasan bahwa yang di sebut pemerintahan yang demokratis adalah
pemerintahan yang mnempatkan kewenangan tertinggi berada di tangan
rakyat,kekusaan harus di batasi,dan hak-hak individu harus di lindungi.Namun
demikian, dalam praktiknya di banyak negara masih banyak kelemahan dan
ketidaksesuaian dengan prinsip- prinsip demokrasi.Penerapan prinsip-prinsip
demokrasi di masing-masing negara bersifat kondisional,artinya harus di
sesuaikan dengan situasi negara dan kondisi masyarakat yang bersangkutan.
5.Demokrasi
Kondisi di sebuah negara demokrasi tentu
saja banyak di cita-citakan oleh masyarakat yang menginginkan kedamaian dan
kesejahteraan hidup. Tetapi menuju hal tersebut bukanlah sesuatu yang mudah.
Proses menuju kondisi-kondisi demokrasi yang disebut “Demokratisasi”.
Demokratisasi dapat menjadi jalan untuk keluar dari otoritarianisme, karena
proses ini akan mengembalikan hak-hak rakyat untuk berpartisipasi dalam
kegiatan politik, ekonomi, sosial budaya, dan sebagainya.
Demokratisasi merupakan proses
pendemokrasian segenap rakyat untuk turut dalam pemerintahan melalui
wakil-wakilnya. Demokrasi biasanya di awali dengan adanya liberalisasi
(meluasnya kebebasan) yang selanjutnya berkembang dengan longgarnya media masa,
akses masyarakat gterhadap politik dan adanya penghargaan terhadap keberagamaan
(pluralisme).
B. Ciri-Ciri
Masyarkat Madani
1. Konsep Masyarakat Madani (Civil Society)
Istilah untuk masyaraka madani merupakan
padanan dari istilah Civil Society, sehingga eksplorasi ini relevan dengan
substansi dengan istilah terakhir. Hal yang di kemukakan di sini bukanlah
konsep masyarakat madani yang di sorot secara etimologis, melainkan berdasarkan
substansi dan indikator-indikatornya, sehingga konteks pembentukannya dari sisi
politik dan mudah diidentifikasi.
Sementara itu,konsep masyarakat madani yang
di abstrasikan para ahli memiliki indikator sebagai identitas karakter yang
dimiliki untuk bisa mengidentifikasi ada tidaknya perkembangan masyarakat
madani.
Pertama:Sifat partisipatif,yaitu masyarakat
madani tidak akan menyerahkan seluruh nasibnya pada negara,tetapi mereka
menyadari bahwa yang akan dominan menentukan masa depan mereka haruslah berasal
dari diri sendiri.
Kedua:otonom, yaitu selain sebagai
masyarakat partisipatif, masyarakat madani juga memiliki karakter mandiri,yaitu
dalam mengembangkan dirinya tidak tergantung dan menunggu “Bantuan”Negara.
Ketiga:Tidak bebas nilai,yaitu seluruh
komponen masyarakat madani memiliki keterkaitan terhadap nilai-nilai yang
merupakan kesepakatan hasil musyawarah demokratis(bukan sekedar sensus).
Ke empat:Merupakan bagian dari system
dengan struktur non-dominatif(plural),yaitu meskipun eksistensinya yang
partisipasif dan otonom terhadap kekuatan Negara ,namun masyarakat madani
adalah bagian dari komponen-komponen Negara.
Kelima:Termanifestasi dalam
organisasi,yaitu prinsip-prinsip organisasi di pegang oleh masyarakat madani
sebagai perwujudan identitasnya secara material.
Disamping
itu, mereka juga tertata dalam organisasi modern yang mengembangkan
nilai-nilainya sendiri secara konsisten.
2. Karakteristik Masyarakat Madani
Penyebutan
karakteristik masyarakat madani dimaksudkan untuk menjelaskan bahwa dalam
merealisasikan wacana masyarakat madani diperlukan prasyarat-prasyarat yang
menjadi nilai universal dalam penegakan masyarakat madani. Prasyarat ini tidak
bisa dipisahkan satu sama lain atau hanya mengambil salah satunya saja, melainkan
merupakan satu kesatuan yang integral yang menjadi dasar dan nilai bagi
eksistensi masyarakat madani. Karakteristik tersebut antara lain adalah adanya free public sphere, demokrasi,
toleransi, pluralisme, keadilan sosial (social
justice) dan berkeadaban.
Free Public Sphere
yaitu adanya ruang publik yang bebas sebagai sarana dalam mengemukakan
pendapat.
Demokrasi
merupakan satu identitas yang menjadi penegak wacana masyarakat madani, di mana
dalam menjalani kehidupan, warga negara memiliki kebebasan penuh untuk
menjalankan aktivitas kesehariannya, termasuk berinteraksi dengan
lingkungannya.
Toleran adalah
sikap yang di kembangkan dalam masyarakat madani untuk menunjukan sikap saling
menghargai dan menghormati aktivitas yang dilakukan oleh orang lain.
Pluralisme sebagai
sebuuah prasyarat penegakan masyrakat madani, pluralisme harus dipahami secara
mengakar dengan menciptakan sebuah tatanan kehidupan yang menghargai dan
menerima kemajemukan dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Keadilan Sosial (Social Justice) keadilan dimaksudkan
untuk menyebutkan keseimbangan dan pembagian yang proposional terhadap hak dan
kewajiban setiap warga negara yang mencakup seluruh aspek kehidupan.
3. Menuju Masyarakat Madani
Masyarkat madani
merupakan wujud masyarakat yang memiliki keteraturan hidup dalam suasana
perikehidupan yang mandiri,berkeadilan sosial,dan sejahtera.Masyarakat madani
mencerminkan tingkat kemampuan dan kemajuan masyarakat yang tinggi untuk
bersifat kritis dan partisipatif dalam
menghadapi berbagai persoalan hidup.
Diuar
negara,terdapat sekelompok masyarakat yang di sebut sebagai ‘civil society”yang
biasanya terbentuk dari lembaga negara dan lembaga lainnya yang berorientasi
kekuasaan.
Bentuk nyata
masyarakat madani secara sederhana dapat kita lihat dengan berkembangnya budaya
gotong royong di berbagai daerah di indonesia. Budaya gotong royong mampu
mendorong anggota masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan bersama secara
partisipatif.
Masing-masing
masyarak indonesia dengan keberagamaan etnik,bahasa,agama,dan adat istiadat
telah memiliki mekanisme dan pengaturan sosial yang berbeda-beda
.Namun,demikian seluruh aktivitas tersebut di lakukan secara mandiri dan
mendorong partisipasi dalam kebersamaan.
Kata Penutup
Demikian yang
dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah
ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya
pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan
judul makalah ini.
Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman dusi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.
Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman dusi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.
Makalah Struktur Sosial Dalam Masyarakat
Makalah Struktur Sosial Dalam Masyarakat
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan
yang maha Esa karena atas pimpinan-Nya lah kita masih diberikan izin untuk melaksanakan tugas dan
tanggung jawab kita bersama. Dan kami dapat menyelesaikan makalah kami sebagai
referensi pembelajaran. Makalah kami ini yang berjudul “ Struktur Sosial “
bertujuan untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan baik yang ada di
lingkungan sosial maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Sebagai penulis, kami mengharapkan kritik
dan saran yang membangun agar pembuatan makalah kami yang kedepannya dapat
lebih baik.
Banggai,
01 Desember 2012
Penyusun
BAB 1. PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Kehidupan bersama
manusia berlansung dalam suatu wadah yang dinamakan masyarakat. Masyarakat
ditinjau dari dua sudut, yaitu sudut statis dan sudut dinamikanya. Sudut statis
atau sudut struktural dinamakan dengan struktur sosial, sedangkan sudut
dinamika suatu masyakat disebut proses sosial dan perubahan sosial. Struktur
sosial mencakup berbagai hubungan sosial antara individu dan kelompok.
B.
RUMUSAN MASALAH
( Mugkin akan
muncul pertanyaan mengenai struktur sosial )
C.
TUJUAN PEMBUATAN
MAKALAH
Agar kita
semua terutama pembaca dapat menjadikan sebagai ajaran pengetahuan dan
pembelajaran bagi kita semua tentang struktur sosial dalam kehidupan
masyarakat.
BAB 2 . PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN STRUKTUR
SOSIAL
Struktur
sosial diartikan sebagai susunan terhadap sesuatu yang memiliki bagian atau
unsur-unsur dan membentuk suatu susunan. Berdasarkan Kamus Sosiologi dan
Kependudukan ( HARTINI G. KARTA SAPOETRO, 1992 ) struktur sosial ialah jaringan
antar unsur-unsur sosial yang pokok, yaitu kaidah-kaidah atau norma-norma
sosial, lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok, serta lapisan-lapisan
sosial. Sedangkan menurut SOERJONO SOEKARTO ( 1993 ), struktur sosial mengacu
pada hubungan yang fundamental yang memberikan bentuk dasar pada masyarakat,
memberikan batas pada aksi-aksi yang mungkin dilakukan secara organisasi.
B.
FAKTOR-FAKTOR
PEMBENTUK KETIDAKSAMAAN SOSIAL
Ketidaksamaan
dalam sosiologi disebut ketidaksamaan sosial, yang dalam perkembangannya
dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut :
1)
Kepribadian
Kepribadian yaitu nilai-nilai atau watak
sesorang individu yang konsisten yang memberikan kepadanya identitas sebagai
individu yang khusus. Pada hakikatnya, nilai-nilai kemanusiaan mencakup
kebiasaan, sikap, dan sifat-sifat yang khas yang akan berkembang apabila
berhubungan dengan orang lain.
2)
Sosiokultur
Sosiokultur yang dapat mempengaruhi
bentuk kepribadian atau nilai-nilai kemanusiaan meliputi kebudayaan yang khusus
kedaerahan, cara hidup di kota dan di desa, kelas sosial, dasar agama, dan
pekerjaan.
C.
BENTUK-BENTUK STRUKTUR
SOSIAL
Ada 4 macam
bentuk struktur sosial yaitu kelompok sosial , lembaga sosial, kebudayaan, dan
stratifikasi sosial.
I.
Kelompok Sosial
Pandangan sosiologi memberikan kelompok
sosial sebagai berikut :
a)
Sheriff ( 1886 )
Kelompok sosial adalah suatu kesatuan
yang terdiri atas dua atau lebih individu yang telah mengadakan interaksi
sosial yang intensif dan teratur, sehingga diantara individu-individu tersebut
sudah terdapat pembagian tugas, struktur dan norma-norma tertentu yang khas
bagi kesatuan sosial tersebut.
b)
Bogaradus ( 1882-1973
)
Kelompok sosial adalah suatu kelompok
yang merupakan tempat dimana pribadi-pribadi berkembang menjadi dewasa atau
sekumpulan manusia yang memiliki kesetiaan umum yang saling berpartisipasi
dalam kegiatan bersama yang saling mendorong satu sama lain; kelompok sosial
terdiri dari manusia-manusi yang saling membantu.
II.
Lembaga Sosial
Lembaga sosial menurut Horton dan Hunt
( 1987 ), adalah suatu sistem norma untuk mencapai suatu tujuan atau kegiatan
yang oleh masyarakat dianggap penting. Menurut koentjoroningrat ( 1979 )
yang dimaksud dengan lembaga sosial adalah sistem-sistem yang menjadi
wahana memungkinkan
warga masyarakat berinteraksi, menurut pola-pola resmi atau suatu sitem tata
kelakuan dan hubungan yang berpusat pada aktifitas-aktifitas untuk memenuhi
kompleks-kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat.
Tiga hal penting yang ada dalam
pembahasan lembaga sosial ini, adalah :
a.
Nilai dan norma
b.
Pola perilaku
c.
Sistem hubungan
Tujuan diciptakannya
lembaga sosial adalah :
a.
Mengatur agar kehidupan manusia bisa terpenuhi secara
memadai.
b.
Mengatur agar kehidupan masyarakat dapat berjalan dengan
tertib dan lancar sesuai kaidah yang berlaku.
Menurut Soerjono Soeokanto ( 1970 ),
fungsi-fungsi yang harus dilaksanakan oleh lembaga sosial adalah :
a.
Memberikan pedoman bagaimana cara bertingkah laku untuk
memenuhi kebutuhan dalam wujud aturan atau kaidah yang harus digunakan oleh
seluruh anggota masyarakat.
b.
Menjaga keutuhan masyarakat dari ancaman perpecahan atau
disintegrasi dengan penegakan norma sosial.
c.
Mengadakan pegangan dalam mengadakan sistem pengendalian
sosial dengan memberikan sanksi bagi pelanggar norma.
III.
Kebudayaan
Kebudayaan menurut Raph Linton ( 1953 ),
seorang ahli antropologi, adalah seluruh cara dari kehidupan masyarakat dan
tidak hanya merupakan sebagian tata cara hidup sja yang dianggap lebih tinggi
dan lebih diinginkan.
Menurut J.J Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga yatu :
a.
Gagasan atau Wujud ideal Kebudayaan
b.
Aktivitas
c.
Artefak
IV.
Stratifikasi Sosial
Dalam sistem masyarakat di India,
masyarakat terbagi-bagi menjadi kasta-kasta, mulai dari kasta sudra yang
merupakan kasta terendah sampai brahmana yang merupakan kasta paling dihormati.
Menurut Bruce J. Cohen ( 1989 ), stratifikasi sosial adalah sistem yang
menempatkan seseorang sesuai dengan kualitas yang dimiliki dan menempatkan
mereka pada suatu kelas yang sesuai.
D.
UNSUR-UNSUR STRATIFIKASI
SOSIAL
Tokoh
masyarakat, merupakan golongan masyarakat yang termasuk dalam kelas atas,
karena memiliki akses atau kedudukan yang tinggi di dalam masyarakat. Dalam
sosiologi, unsur-unsur sistem pelapisan sosial adalah :
1.
Kedudukan Sosial ( Status )
2.
Peran Sosial ( Role )
3.
Kelompok ( Group )
4.
Institusi ( institution )
·
Proses Terbentuknya
Stratifikasi Sosial
Secara teori, semua manusia berada dalam
derajat yang sama. Tuhan telah menciptakan manusia dengan hak-hak dasar yang
sama. Namun pada kenyataannya di dalam masyarakat, ada
pengelompokan-pengelompokan masyarakat yang membedakan mereka di dalam
lapisan-lapisan tertentu, di mana pengelompokan tersebut telah menimbulkan
perbedaan-perbedaan perlakuan dan kemampuan individu yang ada didalamnya.
Contohnya, orang-orang dengan pendidikan tinggi akan lebih mudah mendapatkan
akses kerja dibandingkan dengan orang-orang yang berpendidikan rendah, atau
pejabat akan lebih mudah mendapatkan fasilitas kelas satu dibandingkan pejabat
biasa dan lain sebagainya.
Dilihat dari proses terbentuknya,
stratifikasi sosial dibagi menjadi dua yaitu sebagai berikut :
1.
Pelapisan sosial yang terjadi dengan sendirinya sesuai
dengan pertumbuhan masyarakat yang bersangkutan antara lain kepandaian, tingkat
usia, sifat keaslian keanggotaan di dalam masyarakat, jenis kelamin, dan
pemilikan harta.
2.
Pelapisan sosial yang sengaja disusun untuk mengejar tujuan
tertentu. Biasanya berkaitan dengan pembagian kekuasaan yang resmi misalnya
pemerintahan negara, perusahaan, partai politik, angkatan bersenjata, asosiasi,
dan perkumpulan profesi.
Berdasarkan sifatnya, stratifikasi sosial
dibagi menjadi dua yaitu sebagai berikut :
1.
Stratifikasi sosial terbuka ( open stratification ),
artinya seseorang dapat saja masuk dalam kelas sosial tertentu yang diinginkan
atau keluar setelah mencapai kelas sosial yang lebih tinggi.
2.
Stratifikasi sosial tertutup ( closed stratification ),
terdapat pembatasan terhadap kemungkinan pindahnya kedudukan seseorang dari
suatu lapisan kelapisan kelapisan sosial lainnya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya
stratifikasi sosial, adalah sebagai berikut :
1.
Kekayaan
2.
Kekuasaan ( power )
3.
Kehormatan/kebangsawanan
4.
Pendidikan
E.
DIFERENSIASI SOSIAL
Di Amerika dan
negara-negara barat, ada istilah kaum kulit putih dan kulit hitam. Di Indonesia
pun kita kenal dengan dengan istilah pribumi asli atau pribumi keturunan, yang
biasanya dipakai untuk menyebut WNI keturunan Cina. Di dalam satu lingkungan
yang heterogen, istilah lain yang muncul yaitu orang Islam, orang Kristen, kaum
laki-laki, kaum perempuan, golongan intelektual dan lain sebagainya. Dan
semuanya mengacu pada pengelompokan berdasarkan ciri-ciri tertentu. Dalam
sosiologi, hal ini disebut diferensiasi sosial.
Diferensiasi
sosial adalah proses penempatan orang-orang dalam berbagai kategori sosial yang
berbeda, yang berdasarkan pada perbedaan-perbedaan yang diciptakan secara
sosial.
Bentuk-bentuk
diferensiasi sosial adalah sebagai berikut :
a.
Ras atau etnik
b.
Agama dan kepercayaan
c.
Gender ( jenis kelamin )
d.
Profesi
e.
Klan ( clan )
f.
Suku bangsa
F.
PENGARUH DIFERENSIASI
DAN STRATIFIKASI SOSIAL TERHADAP MASYARAKAT
Bentuk
diferensiasi dan stratifikasi sosial sangat penting bagi individu-individu
dalam kelas sosial karena memiliki pengaruh terhadap kesempatan hidup seseorang
untuk berhasil atau gagal dalam aspek kehidupan.
diferensiasi
dan stratifikasi sosial dapat mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat seperti
yang tercantum dibawah ini, adalah sebagai berikut :
(a) Kesehatan
(b) Pendidikan
(c)
Harapan hidup
(d) Keadilan sosial
BAB 3 . PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Dari makalah
yang kami sajikan kami berharap dapat menambah wawasan pengetahuan yang sangat
bermanfaat bagi kita semua dalam kehidupan bermasyarakat terutama kepada
teman-teman siswa-siswi kelas XI-IPS3
B.
SARAN
Dari
pembahasan makalah yang kami sajikan di atas, saran kami sebagai penyusun ialah
bharus bisa lebih baik dalam menjalani kehidupan masyarakat agar bisa menjadi
suatu perkumpulan masyarakat yang baik, dan harus memahami arti dari konflik.
